Di Eropa, mutu sebuah produk sebagian besar ditetapkan dengan memenuhi persyaratan tertentu. Keberhasilan atau kegagalan memenuhi persyaratan ini akan menentukan eksportir  untuk dapat menemukan pembeli di pasar Eropa.

Persyaratan yang berbeda

Persyaratan Uni Eropa dikategorikan ke dalam dua kelompok yaitu keharusan, persyaratan yang harus dipatuhi untuk memasuki pasar. Ada persyaratan lain yang sifatnya bukan keharusan, yaitu persyaratan umum, yang sebaiknya dipatuhi atau dipenuhi agar produk yang ditawarkan mempunyai keunggulan kompetitif. Salah satu kegagalan tidak terpenuhinya persyaratan umum ini disebabkan oleh sebagian besar pesaing (penjual produk yang sama) telah menerapkan persyaratan ini.

Persyaratan yang harus dipenuhi

  1. Type approval – Compliance with technical standards for motor vehicles - Kepatuhan pada standar teknis untuk kendaraan bermotor: Whole Vehicle Type-Approval (WVTA) adalah sertifikasi untuk berbagai jenis kendaraan bermotor dan komponennya. Undang-undang Uni Eropa menetapkan persyaratan ketat pada  kendaraan bermotor dan bagian-bagianya serta pada traktor pertanian dan kehutanan dengan tujuan untuk memastikan harmonisasi di antara Negara Anggota Uni Eropa terkait standar teknis, keselamatan dan lingkungan.

Persetujuan atau sertifikasi jenis ini berlaku di semua Negara Anggota Uni Eropa dan diperlukan setiap saat  apabila eksportir akan menjual produknya di Uni Eropa.

Pada 2017, proses pengujian telah berubah. Selain emisi laboratorium dan pengujian konsumsi bahan bakar (disebut New European Driving Cycle), dilaksanakan juga pengujian Real Driving Emission (RDE)

  1. CE Marking (Tanda CE): Semua peralatan elektronik harus diberi tanda CE untuk dipasarkan di Uni Eropa . Dengan adanya tanda CE pada produk,  menunujukan bahwa produk telah melalui verifikasi sebelum dipasarkan dan telah memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan Uni Eropa. Penandaan CE juga diterima sebagai sarana kepatuhan dengan persyaratan persetujuan jenis; misalnya, komponen elektronik yang memerlukan persetujuan tipe dan juga penandaan CE untuk kompatibilitas elektromagnetik (EMC) atau peralatan tegangan rendah.
  1. Chemicals (Bahan Kimia): Untuk mengantisipasi dan pencegahan kerusakan lingkungan, Uni Eropa membatasi penggunaan bahan kimia tertentu dan ditaetapkan pada beberapa regulasi.
  1. The REACH Regulation: REACH adalah singkatan dari Registration, Evaluation, Authorisation and restriction of CHemicals. Peraturan ini menetapkan mengatur penempatan zat kimia di pasar dan, lebih relevan untuk produsen komponen otomotif, juga membatasi penggunaan bahan kimia berbahaya tertentu (disebut Substances of Very High Concern - SVHC) dan penggunaan khusus bahan kimia tertentu, seperti flame retardants tertentu atau polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) pada ban.
  1. End of Life Vehicles - Masa Pakai Kendaraan: The end of life vehicles (ELV) legislationmempunyai tujuan untuk menghindari pencemaran lingkungan akibat dari limbah mobil, yaitu mengurangi penggunaan zat berbahaya pada kendaraan. Oleh karena itu, kendaraan harus dirancang untuk memfasilitasi pembongkaran dan daur ulang yang tepat (dengan membuat kode komponen), sementara logam berat timbal, merkuri, cadmium dan hexavalent chromium dilarang, kecuali untuk beberapa aplikasi.
  1. Ozone-depleting substances - Zat perusak ozon: Uni Eropa melarang penggunaan zat perusak lapisan ozon. Beberapa zat ini diketahui digunakan dalam bagian-bagian mobil; misalnya, padai AC.
  1. Heavy metals in batteries  - Logam berat pada baterai: ditetapkan batasan penggunaan logam berat dan persyaratan pelabelan untuk baterai dan akumulator. Komponen-komponen ini tidak diperbolehkan mengandung lebih dari 0,0005% merkuri atau 0,002% dari kadmium berdasarkan berat. Selanjutnya, baterai yang mengandung merkuri, kadmium atau timbal harus diberi label dengan "crossed- out wheeled bin" serta ada persyaratan pelabelan kapasitas khusus untuk baterai otomotif.
  1. Autonomous vehicles - Peraturan ECE 79 menjelaskan persyaratan tambahan untuk autonomous vehicles, antara lain, itu menggambarkan kecepatan maksimum dalam berbagai keadaan dan menyatakan bahwa pengemudi harus mengendalikan kendaraan di semua kondisi.
  1. Binding emission targets - Target emisi: Uni Eropa menetapkan target emisi yang mengikat untuk mobil dan van baru, artinya bahwa setiap mobil atau van baru yang dijual diizinkan untuk mengeluarkan sejumlah CO2. Jumlah maksimum CO2 yang dikeluarkan oleh mobil penumpang adalah 130 gram CO2 / km mulai dari tahun 2015, angka yang akan dikurangi hingga tingkat target 95 gram CO2 / km pada tahun 2021.
  1. Intellectual property - Hak milik intelektual: harus dipastikan bahwa produk ekspor  tidak melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari pelaku usaha lain, jadi waspada terhadap barang palsu dan pelanggaran desain. Barang palsu dapat disita dan dihancurkan oleh otoritas nasional - terutama pihak pabean - di negara-negara Eropa manapun.
  1. ​​​​​​​Quality Management: ISO 9001 & ISO/TS 16949: apabila eksportir mengajukan permohonan untuk persetujuan jenis (type), harus dipastikan bahwa proses produksipembuatan produk memenuhi kriteria manajemen mutu, Conformity of Production (COP) sangat penting. Persyaratan COP didasarkan pada prinsip-prinsip sistem mutu yang ditetapkan. ISO / TS 16949 dan ISO 9001 yang diterima sebagai dasar dan sering diminta oleh pembeli dan produsen Uni Eropa. ISO / TS 16949 memuat semua elemen ISO 9001 yang lebih umum, ditambah beberapa persyaratan tambahan yang lebih spesifik untuk industri otomotif.

Common buyer requirements (Persyaratan pembeli umum).

  1. The International Trade Centre’s Standards Map -  PAda the International Trade Centre’s Standards Map, eksportir dapat mengidentifikasi standar atau code of conduct yang relevan dengan produk yang akan diekspor, melihan fungsi utama standar dan kode yang dipilih, serta  membandingkan persyaratan standar secara berdampingan dengan sarana online. Selanjutnya, eksportir dapat menilai kinerja perusahaan atas persyaratan standar dalam modul penilaian mandiri dan menghasilkan "laporan diagnostik keberlanjutan" perusahaan. dan kemudian dapat dibagikan dengan komunitas bisnis.
  1. Certification on Corporate Social Responsibility -  Sertifikasi tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Corporate Social Responsibility (CSR), serta harapan pembeli terkait dengan kinerja sosial dan lingkungan tertentu, menjadi lebih penting Perusahaan-perusahaan Uni Eropa yang lebih besar telah mengembangkan kebijakan CSR mereka sendiri dan meminta pemasok (sub) mereka untuk menyesuaikan diri dengan mereka.
    Penandatanganan kode etik pemasok sering diperlukan. Kode etik ini secara umum menyebutkan kepatuhan terhadap hukum setempat, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, penghormatan terhadap hak-hak kerja dasar dan etika bisnis.
    Memiliki sistem manajemen tersertifikasi mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHS) dapat memberikan keunggulan dibandingkan pesaing tanpa sistem seperti itu.
    OHS berkaitan dengan perlindungan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Meskipun OHS bukan persyaratan tertentu, ada beberapa sertifikasi yang terkait dengan perlindungan pekerja, seperti OHSAS 18001 atau SA 8000 tentang akuntabilitas sosial.