Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu - Kementerian Perdagangan

   

Filipina merupakan salah satu mitra dagang Indonesia di ASEAN. Filipina adalah negara terbesarkedua belas di dunia menurut jumlah penduduk (hampir 195 juta pada 2017) dan merupakan negara berbahasa Inggris terbesar keempat.

Barang impor utama Filipna adalah produk elektronik, baham bakar mineral, pelumas, peralatan transportasi, mesin dan peralatan industri serta besi dan baja, Imor produk elektronik mencapai 24,7% dari seluruh impor.

Berdasarkan data dari ITC Trade Map, pada 2017 perdagangan Indonesia dengan Filipina dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Nilai ekspor Filipina ke Indonesia pada 2017 sebesar 832,7 juta USD.
  2. Nilai ekspor Indonesia ke Filipina pada 2017 sebesar 6,71 milyar USD. 

Ketentuan Umum

  • Regulasi Keamanan Pangan.

Seperti negara lainnya, FIlipina menerapkan regulasi untuk menempatkan produk di pasar. Salah satu contoh regulasi persyaratan pada makanan dapat dilihat pada Food Product and Safety Regulation


    Regulasi dan persyaratan mutu atau standar yang diterapkan pada beberapa produk dapat dilihat pada persyaratan mutu produk berikut:


    Tekstil & Produk Tekstil Elektrik & Elektronik Kulit & Produk Kulit Produk Perikanan
    Produk Karet Minyak Sawit Obat Herbal Perhiasan
    Hasil Hutan Alas Kaki Makanan Olahan Rempah-Rempah
    Otomotif Udang Minyak Atsiri Peralatan Medis
    Kakao Kopi Kosmetik   Produk Turunan Kelapa

    Secara hukum, Filipina membatasi impor barang-barang tertentu untuk alasan keamanan nasional, perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat, ketertiban dan moralitas, selain mematuhi perjanjian dan kewajiban internasional. Barang yang dilarang untuk diimpor terdiri dari:

    Di Filipina ada dua lembaga yang menangani standar yaitu (i) the Bureau of Philippine Standards (BPS), dam (ii) the Philippine Accreditation Bureau (PAB). Kedua lembaga ini brada dibawah Department of Trade and Industry (DTI).