Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu - Kementerian Perdagangan

Karena kulit (hides dan skins) merupakan bahan baku yang berasal dari hewan yang digunakan di luar rantai makanan manusia, mereka harus patuh pada peraturan tentang produk sampingan hewan yang tidak dimaksudkan untuk konsumsi manusia. Para produsen dan importir bahan kulit harus mengikuti aturan-aturan ini ketika ketika memproduksi, mengumpulkan, mengangkut, menyimpan, menggunakan atau membuang bahan baku tersebut karena mereka bisa berbahaya untuk kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik.
Konvensi tentang International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengatur perdagangan tanaman dan hewan langka atau produk-produknya, misalnya bahan kulit. Peraturan tertentu memberikan daftar rinci mengenai spesies yang dilarang atau dibatasi untuk diperdagangkan dan menspesifikasi rincian administratif dan teknisuntuk mengatur perdagangan spesies langka.
The European Rapid Alert System (RAPEX) merupakan sistem notifikasi untuk menginformasikan negara anggota Uni Eropa mengenai produk yang tidak aman yang masuk ke pasar Uni Eropa, sehingga tindakan yang tepat dapat diambil sebelum konsumen Uni Eropa terekspos pada produk yang berbahaya tersebut. Kulit dan produk kulit dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen, dan dapat masuk dalam notifikasi database RAPEX.
Jika Anda mengirim kulit Anda sebagai bagian dari barang yang dikemas, Anda harus mempertimbangkan tindakan perlindungan terhadap masuknya organisme yang berbahaya untuk tanaman atau produk tanaman ke Uni Eropa dan terhadap penyebarannya di dalam Uni Eropa karena hal ini dapat memengaruhi bahan kayu untuk pengemasan yang digunakan untuk pengiriman dan juga kulit dan produk kulit karena mereka mungkin dikemas dengan atau ditahan oleh bahan kayu untuk pengemasan tersebut. Bahan kayu pengemas yang digunakan untuk pengiriman harus sesuai dengan sejumlah peraturan yang bertujuan mencegah masuknya hama ke Uni Eropa dan yang utamanya mengenai pengupasan kulit kayu (wood’s debarking) (umumnya, bahan kayu harus bebas dari kulit kayu), perawatan (dengan salah satu metode yang telah disetujui oleh Uni Eropa) dan penandaan (semua bahan kayu untuk pengemasan harus mempunyai sebuah cap yang mensertifikasi kesesuaian dengan persyaratan Uni Eropa).
Ada peraturan untuk mencegah produksi limbah kemasan,dengan mempromosikan penggunaan kembali kemasan dan mengurangi pembuangan akhir dari limbah seperti ini. Persyaratan utama terkait dengan tingkat konsentrasi maksimum untuk logam berat yang terkandung dalam kemasan dan pelabelan (tanda dan identifikasi dari bahan-bahan yang digunakan).
 
Tip:

Bahan-bahan kimia

Industri kulit juga dipengaruhi oleh legislasi tentang Registration, Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals (REACH). REACH menetapkan sejumlah aturan yang bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan bahan kimia di tingkat industri tidak dilakukan dengan cara yang menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia atau lingkungan. Hal ini juga dilakukan untuk mencari metode uji alternatif dan meningkatkan sirkulasi bebas dari zat-zat kimia di pasar Uni Eropa, serta meningkatkan daya saing dan inovasi di antara perusahaan. Peraturan REACH berlaku untuk kulit dan produk kulit dan peraturan ini menanggapi kekhawatiran seperti nikel di aksesoris pakaian dan perhiasan, pewarna azo dalam produk tekstil dan kulit, atau kadmium, zat karsinogenik, dalam beberapa produk, termasuk perhiasan. Selain itu, sejumlah instrumen yang terpisah disediakan untuk pemasaran dan digunakan untuk pembatasan zat berbahaya tertentu dan persiapannya, yang mungkin mempunyai implikasi terhadap industri kulit.

Dalam hal ini, ada pembatasan tertentu pada pemasaran dan penggunaan bahan berbahaya tertentu dan persiapannya (nonylphenol, nonylphenol ethoxylate dancement) dan larangan untuk dimethylfumarate (DMF),bahan kimia yang biasanya ditempatkan dalam sachet yang terkandung dalam kemasan produk untuk mencegah kerusakan pada bahan kain atau kulit ketika disimpan dalam suhu lembab. Ketika menguap, zat ini akan menembus bahan mebel atau alas kaki, dan mungkin menembus ke dalam kulit konsumen, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
 

Pelabelan

Tidak ada kerangka kerja pada tingkat Uni Eropa untuk pelabelan produk kulit. Namun, terdapat beberapa legislasi dengan relevansi tertentu. 
Peraturan tentang nama serat tekstil dan pelabelan terkait dan penandaan komposisi serat produk tekstil mengharuskan produk tekstil untuk menyertakan label dengan informasi mengenai komposisi serat dengan menggunakan nama serat sesuai dengan aslinya.
Peraturan tentang pelabelan bahan yang digunakan sebagai komponen utama dari alas kaki untuk dijual ke konsumen mempengaruhi alas kaki dan secara khusus komponen kulitnya. Peraturan ini menetapkan bahwa keaslian bahan kulit yang digunakan dalam alas kaki akan dijamin oleh label tersebut. Untuk ini, Anda harus menggunakan serangkaian piktogram yang sederhana dan mudah dikenali. Komponen kulit alas kaki harus direpresentasikan sebagai berikut: